Menjadi korban tabrak lari

Seperti biasa pada malam hari saya harus menjemput istri saya dari apotek. Karena istri saya seorang apoteker dan prakteknya adalah dari jam 17.00 sampai dengan 22.00 WIB.

Perasaan saya biasa saja tidak ada yang berbeda sehingga tidak menyangka bahwa kami (saya,istri dan anak saya) menjadi korban tabrak lari.

Bermula setelah saya menjemput istri saya, saya juga menjemput anak saya yang pertama di rumah orang tua saya pada malam itu. Setelah sampai kami langsung berangkat.

Jalan menuju jalan utama dari rumah orang tua saya harus melewati gang kecil, ketika sampai di ujung gang di pinggir jalan raya, saya berhenti sebentar untuk melihat ke-kanan dan ke-kiri apakah ada sepeda motor atau mobil yang lewat.

Tiba-tiba saja dari arah  kanan melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan “Bruak !!!” menambrak ban depan saya sehingga saya oleng dan kami semua beserta motor terjatuh. Akibatnya spakbor belakang saya pecah, box saya lecet dan istri saya luka ringan. Kaki saya dan tangan juga menderita luka yang lumayan tetapi Alhamdulillah anak saya tidak apa-apa.

Yang saya sayangkan pengemudi motor tersebut tidak berhenti malah tetap melaju, dia tidak perduli bahwa dia telah menabrak seseorang.

Ya Allah…sudah demikian keraskah hati manusia sehingga sudah tidak ada lagi rasa kasih sayang….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: