Topeng monyet jalanan

Panas terik seputar jalanan TB Simatupang terpaksa saya harus lewati bersama istri dan anak dengan menaiki sepeda motor Honda Blade 110 cc. Jika jalanan lancar sebenarnya sih tidak ada masalah. Tetapi mungkin karena hari libur maka jalanan sudah padat-rapat dan merayap pula.

Peluh keringat sudah membasahi jaket motor yang aku kenakan. Di belakang istriku dengan sabar tidak mengeluh walau terkadang dia melihat iri ke arah pengendara mobil yang tetap asyik mengendarai kendaraannya karena menggunakan AC. Tetapi yang luar biasa anakku bisa tidur pules dalam cuaca yang panas….Alhamdulillah.

Sesampainya di lampu merah setelah carefour Lebak Bulus, di dekat Halte Busway…aku melihat seorang tukang topeng monyet yang beraksi di jalanan. Wajahnya yang hitam sudah penuh dengan keringat…tetapi dia terus memaksa monyetnya melakukan atraksi di jalanan dengan mengharapkan uang recehan yang diberikan oleh pengandara motor dan mobil di lampu merah tersebut.

Luar biasa…semangat seperti itu rasanya perlu saya miliki dalam mengarungi hidup ini, walau hanya seorang tukang topeng monyet jalanan ternyata bisa memberi pelajaran yang bermanfaat.

One Response to Topeng monyet jalanan

  1. Kemeja Batik mengatakan:

    kalo sekarang topeng monyet sudah dilarang. Memang kasihan monyetnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: