Berkujung ke kota Ambon

Entah apa sebabnya setiap ada dinas dari kantor untuk wilayah Indonesia bagian timur selalu saya yang dipilih. Begitu juga dengan dinas tahun ini. Untuk wilayah kota Ambon, Maluku saya dipilih untuk berangkat ke sana.

Memang saya juga tertarik untuk melihat keadaan kota Ambon setelah peristiwa kerusuhan panjang yang mengakibatkan banyak korban tersebut. Untuk mempersiapkan diri saya beserta ketua tim dan anggota yang lain berangkat ke Ambon pada hari minggu 11 Juli 2010 dengan menggunakan pesawat garuda G-640 yang berangkat pukul 09.30 pagi.

Perjalanan ke kota Ambon ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam, akan tetapi karena ada perbedaan waktu 2 jam dengan Jakarta, kami mendarat di kota Ambon pada pukul 16.35 WIT.

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju hotel saya melihat kota Ambon yang kembali menggeliat memulai pembangunan. Masih terlihat bangunan-bangunan tua, bangunan rusak dan juga hotel-hotel baru yang mulai berdiri. Sepanjang perjalanan juga terdapat perbaikan jalan yang menurut informasi yang saya dapat merupakan persiapan kunjungan presiden SBY dalam rangkan kegiatan Sail Banda 2010.

Walaupun sudah mulai terhapus, akan tetapi sisa-sisa kerusuhan masih terlihat. Saya mendengar cerita dari pemandu kami bahwa sejak peristiwa kerusuhan, warga Ambon sudah tidak takut lagi akan suara senapan dan aparat keamanan, sehingga cukup mengganggu stabilitas keamanan karena sering terjadi keributan antar kampung.

Selain itu ada hal yang terkesan dalam kunjungan saya ke kota Ambon adalah pada saat berkunjung ke masjid tua yang didirikan pada sekitar tahun 1414. Menurut legenda masyarakat, pada mulanya masjid tersebut berada beberapa km di atas bukit. Pada suatu malam masjid tersebut berpindah lengkap dengan bangunan dan perangkatnya ke tempat yang sekarang. Percaya atau tidak itu memang terserah dari masing-masing. Akan tetapi yang membuat saya tertarik adalah bahwa ternyata Islam sudah sampai ke pulau Ambon, Maluku jauh sebelum bangsa belanda dan portugis. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kata Maluku berasal dari bahasa arab yaitu al-mulk.

Kesimpulannya, walau dengan segala keterbatasannya kota Ambon, Maluku bisa menjadi alternatif anda sebagai tempat liburan anda sekeluarga. Kalau saya mungkin jika dengan biaya sendiri tidak sanggup karena harga tiket pesawatnya mahal🙂.

One Response to Berkujung ke kota Ambon

  1. rey mengatakan:

    entah kapan tiket pesawat kita menjadi murah ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: